my blog

facebook

Senin, 11 Juni 2012

sebuah kesederhanaan muhammad natsir


Muhammad Natsir, Antara Jas Tambalan & Mobil Butut

Jakarta - Di tengah langkanya sifat sederhana para pejabat saat ini, rasanya pantas untuk berpaling sejenak melihat kehidupan mantan Perdana Menteri Muhammad Natsir. Lepas dari segala kontoversinya dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), Natsir adalah tipe pejabat yang tak bergelimang harta.

Minggu, 10 Juni 2012

ROH CENTURY MASIH GENTAYANGAN (PATOLOGI SOSIAL)



Prakata
Kasus Century yang masih gentayangan.  Mungkin kalimat itulah yang paling pas untuk mengambarkan kasus benk Century yang sampai sekarang tidak jelas kemana arah dan tujuan. Kasus yang merugikan uang negara sebesar 6,7 T inipun seolah tak tersentuh hukum. Pertunjukkan hak angket yang bertujuan untuk melibas orang-orang yang terlibat didalammnya pun kini sudah tidak mampang dimedia masa. Kenapa Century begitu tabu, siapa yang dilindungi, kemana dana-dana tersebut digunakan, kepada siapa dana-dana tersebut dialihkan dan untuk keperluan apa dana-dana tersebut digunakan...?

Jumat, 08 Juni 2012

TERAPI RASIONAL EMOTIF DAN PENDEKATAN KOGNITIF BEHAVIORAL LAINNYA



TERAPI RASIONAL EMOTIF DAN PENDEKATAN KOGNITIF BEHAVIORAL LAINNYA
Ø  Sejarah TRE (Terapi Rasional Emotif)
Terapi  ini dtokohi oleh Albert Ellis, yang lahir pada tahun 1913 Pittsburgh. Awalnya ia adalah seorang penulis, tetapi ia juga terampil menangani masalah pribaadi seseorang, dalam persoalan perkawinan, cinta kasih, dan seks. Akhirnya ia menjadi psikolog dari lulusan sebuah college.
Dia menyimpulkan bahwa psikoanalisis secara relatif merupakan bentuk penanganan yang semu dan tidak ilmiah maka diapun bereksperimen dengan beberapa system yang lain. Pada awal 1955 dia menggabungkan teori humanistik, filosofis, dan behavioral menjadi terapi rasional emotif (TRE). 
TRE menjadi sebuah aliran psikoterapi yang

“Terapi Terpusat Pada Pribadi ( Carl Rogers )”


Latar Belakang Penulis

            Carl rogers ( 1902-1987 ) sebagai juru bicara utama psikologi humanistik. Dalam tulisannya ( 1961 ) mengingat kembali iklim keluarganya memiliki cirri adanya hubungan yang dekat dan hangat tetapi juga di dalam batas standar ajaran agama, bermain-main bukanlah hal yang di restui, dan nilai-nilai etika protestan sangat di agung-agungkan. Masa kanak-kanaknya bukanlah hal yang yang mengasyikkan melainkan kesepian, ia pun mengasyikkan diri dengan interes belajar dan bukan interes sosial.
            Pada masa ia masih kuliah, mata kuliah mayor yang menjadi minatnya berganti-ganti dari pertanian, ke sejarah, kemudian ke ilmu agama, dan akhirnya ke psikologis klinis.

TERAPI PERILAKU (Behavior Therapy)


LATAR BELAKANG

ARNOLD LAZARUS (lahir 1932) lahir dan mendapat didikan di Johannesberg Afrika Selatan. Anak busngsu dari empat bersaudara ini (waktu dia lahir dua orang kakak perempuannya berumur 17 dan 14 tahun serta kakak laki-lakinya berumur 9 tahun) dia dibesarkan dalam lingkukngan tetangga yang sangat sedikit jumlah anak-anaknya dan dia ingat betapa ia merasa kesepian dan ketakutan.
Arnold Lazarus ketika berumur 7 tahun, sangat piawai bermain piano. Tetapi saat dia sudah berumur 14 tahun, perhatian dia beralih ke binaraga, angkat berat, tinju, dan gulat. Karena dia dulu adalah anak yang ceking dan sering dipukuli dan ditakut-takuti oleh teman-temannya. Dengan tekad yang bulat akhirnya dia bisa memenangkan perlombaan tinju dan angkat berat dan berminat untuk mendirikan gedung olahraga atau kebugaran jasmani sendiri.

Sabtu, 12 Mei 2012

example Pepatah GAGAL

**Pepatah Gagal**

1.bersatu kita teguh, bertiga kita Charlie's Angles
2.Sepandai-pandainya tupai melompat pasti di sate juga
3.Bagai air di daun talas, kurang kerjaan banget ngamatin air di dedaunan
4.Ada gula ada semut. Ada semut disemprot pake Baygon. Ada banyak semut mati
5.Rajin Mangkal, Kaya
6.Air tenang jangan disangka tak ada buaya, tapi ada ikan paus lagi tidur siang

Rabu, 09 Mei 2012

Doa Penawar Rasa Pesimis dan Merasa Sial


اللَّهُمَّ لَا خَيْرَ إِلَّا خَيْرُكَ وَلَا طَيْرَ إِلَّا طَيْرُكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
Allaahumma Laa Khaira Illaa Khairuka, wa Laa Thaira Illaa Thairuka, wa Laa Ilaaha Ghairuka
“Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan yang berasal dari-Mu dan tidak ada kesialan kecuali kesialan yang berasal dari-Mu (yang telah Engkau tetapkan), dan tidak ada tuhan selain Engkau.” (Hadits shahih, riwayat Ahmad)
Dasar Hadits
Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu 'anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ مِنْ حَاجَةٍ فَقَدْ أَشْرَكَ
Siapa yang mengurungkan niatnya karena thiyarah, maka ia telah berbuat syirik.” Lalu para sahabat bertanya, “Apa tebusan bagi hal itu?” Beliau bersabda, “Hendaknya salah seorang mereka membaca,

Dahsyatnya Metode Repetitive (Mengulang) untuk Mendidik Anak Shalih


SIANG sudah beranjak petang. Namun, cahaya matahari masih terasa panas dan menyilaukan. Inilah saat-saat di mana teriakan itu kembali terdengar, “Lontong-tahu, peyek, telor asin!” Terdengar setiap hari, menyapa telinga warga komplek terutama ibu-ibu yang keluar rumah mengawasi anak-anak kecilnya yang bermain di luar rumah.
Suatu hari teriakan itu kembali terdengar lantang, “Lontong-tahu, peyek, telor asin!” Seorang ibu muda tergopoh-gopoh menghampiri, “Bang, ada telor asin?” Abang pemilik suara itu pun dengan wajah menyesal menjawab, “Wah, nggak ada Bu. Telor asinnya lagi kosong.” Si Ibu pun menatap si Abang penjual tahu dengan heran, “Lha, tadi teriak lontong-tahu, peyek, telor asin. Kok telor-nya nggak ada?” dumelnya sambil berlalu masuk ke kerumah.
Hari berikutnya seorang ibu lain menghampiri si Abang penjual lontong-tahu tersebut. Sesaat setelah teriakannya menyapa telinga, “Lontong-tahu, peyek, telor asin!” Ibu tersebut bertanya, “Bang, ada telor asinnya nggak?” Kali ini si Abang menjawab, “Telor asin lagi susah, Bu!” Kini, si Ibu lebih galak, memprotes si Abang, “Nggak ada telor asinnya kok teriak telor asin!” Si Abang pun hanya senyum mesam-mesem

Senin, 07 Mei 2012

Jika Anak Suka Membantah


Bagaimana pendapat anda ketika si kecil sangat mudah membantah apapun perkataan anda? atau sikap apa yang harus dilakukan ketika anak selalu mengemukakan sanggahan yang membuat kita sebagai orang tua semakin marah dan sering kali tak tahan untuk tidak memukul?
Hal pertama yang harus diketahui oleh orang tua adalah, bahwa ternyata sikap membantah anak bukan murni terjadi karena kesalahannya. Banyak orang tua yang tidak memberikan kesempatan mengutarakan pendapat dan pikirannya. Sehingga, tipe orang tua yang terlalu memaksakan kehendak anaknya itulah, yang justru paling rawan untuk membentuk karakter anak- anak mereka sebagai tiruannya,yaitu memiliki sifat otoriter dan suka memaksa.

Awas Shopaholic

Awas Shopaholic, Gaya Hidup Mewah yang Menjerumuskan

Siapa tak kenal Uci, gadis imut yang selalu tampil dengan keluaran terbaru. Di sekolahnya, Uci adalah trendsetter untuk melihat mode terbaru, baik fesyen, gadget, maupun kendaraan terbaru. Seragam sekolah memang selalu dikenakannya setiap hari. Namun, kesibukannya sebagai seorang sosialita sekolah, membuatnya seringkali bolak-balik ke sekolah di hari libur, sehingga teman-temannya dapat melihat tampilan Uci “dibalik seragamnya.”
Gadget terbaru selalu ada di genggamannya. Sampai-sampai guru-guru di sekolah pun kalah aksi jika sudah mengeluarkan smartphone atau notebook. Pasti kalah update bila dibandingkan dengan pegangan Uci. Belum lagi motor yang menemani Uci tiba di sekolah. Tak terhitung berapa kali Uci ganti motor dalam setahun. Motor?? Iyalah, Jakarta macet gitu loh! “Bawa mobil kapan nyampe’nya!,” begitulah jawab Uci, bila ditanya kenapa tak mengendarai mobil saja.

Saat Galau, Bacalah Doa Ini Semoga Tenang dan Gembira


Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Istilah galau sedang ngetren. Banyak dipakai dan digunakan, khususnya dikalangan ABG (remaja dan pelajar). Ada istilah SMS Galau, Status Galau, Pesan galau, kata-kata galau dan semisalnya. Intinya, menggambarkan kondisi perasaan atau pikiran yang tidak enak. Perasaan tidak menentu. Rasanya ada yang kurang. Ada yang tidak beres. Tidak jelas apa sebabnya.

Ingat! Kematian Tak Pernah Sungkan dan Takut kepada Siapapun


Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati." (QS. Ali Imran: 185)

kata kata gombal (just for gombalers)

KUMPULAN KATA KATA GOMBAL

==================================================
Aku ingin meraih kembali cintamu menjadi kenyataan. Saat diriku dalam siksaan cinta, dirimu melenggang pergi tanpa pernah memikirkanku.

Buat apa berlari dalam kelam? Sedang kabut pun tak mau menyibak. Biarlah semuanya berlalu, mimpi pun aku tak inginkan. Meskipun rindu ini tercipta untukmu.

Saat bertemu, aku tak peduli. Saat kau pergi, aku selalu menantimu. Apakah ini namanya cinta?

Minggu, 06 Mei 2012


 Contoh Laporan KKN metode PAR/PRA
BAB II
PENJAJAGAN ( SOCIAL  ASSESSMENT)
A.    KAJIAN DATA SEKUNDER
Wilayah kabupaten Sukoharjo
Secara geografis wilayah kabupaten Sukoharjo terletak pada 110°30’ - 110°45’ Bujur Timur dan 7°30’ - 7°45’ Lintang Selatan. Luas wilayah mencapai hampir 665,56 Km2. Batas wilayah ini meliputi:
-    Timur    : Kabupaten Sukoharjo
-    Selatan    : Kabupaten Gunung Kidul ( DIY )
-    Barat    : Kabupaten Sleman ( DIY )
-    Utara    : Kabupaten Boyolali
Jika dilihat dari segi topografi, daerah ini terletak diantara Gunung Merapi dan Pegunungan Seribu, dengan ketinggian antara 75 – 160 mdpl. Terbagi menjadi 3 yaitu wilayah bagian utara yang miring di lereng Merapi dan wilayah selatan yang relatif datar dan berbukit.
Kabupaten Klaten merupakan daerah beriklim tropis dengan musin hujan dan kemarau yang berganti sepanjang tahun. Temperatur udara rata-rata 28-30° Celcius. Curah hujan setiap bulan mengalami puncaknya pada bulan Januari ( 350 mm ) dan mengalami titik  terendah pada sekitar bulan Juli yang bahkan bisa hanya mencapai 8 mm.
 Kabupaten Klaten terdiri dari 26 Kecamatan dan 401 kelurahan.
Jumlah penduduk yang tercatat pada tahun 2008 mencapai 1.345.869 jiwa. Dengan perbandingan jumlah perempuan 665.916 juwa dan jumlah laki-laki 679.949 jiwa.
Sebaran pemeluk agama di wilayah Klaten meliputi 5 agama besar yang diakui di Indonesia. Data pada tahui 2007 menunjukkan bahwa pemeluk agama Islam berjumlah 1.202.781 jiwa. Disusul Katolik 42.053 jiwa, Hindu 11.277 jiwa, Budha 524 dan sisanya menganut Kristen.

Kamis, 28 April 2011

TERAPI EKSISTENSIAL (rolo may)


  1. Pengantar
Dalam memandang manusia, psikologi humanistik lebih penuh harapan dan optimistik. Dimana dalam diri setiap individu terdapat potensi-potensi untuk menjadi sehat dan tumbuh secara kreatif.
Abnormalitas dilihat dari segi psikologi adalah sebagai kegagalan dalam mengembangkan potensi diri manusia dikarenakan adanya hambatan atau gangguan terhadap kecenderungan alamiah tumbuhnya individu yang sehat.

Islamic Clock

Sabtu, 26 Maret 2011

Tips Agar Anak Anda Tak Kecanduan TV


Selain belajar, makan atau melakukan aktivitas lainnya, anak-anak kerap menghabiskan banyak waktu di depan televisi. Para orangtua pun kerap membiarkan anak-anak mereka menonton televisi sesuka hati. Padahal sudah banyak penelitian yang menjelaskan efek negatif dari terlalu banyak nonton televisi pada masa anak-anak.

Jika anak sudah terlalu kecanduan menonton televisi, bisa menyebabkan beberapa hal kurang baik seperti kegemukan, agresif dan sulit tidur. Lantas bagaimana caranya agar anak tak lagi hobi nonton televisi? Berikut ini tipsnya seperti dikutip dari ehow:

Selasa, 22 Maret 2011

Menjadi Orang Tua Yang Sukses Dalam Mendidik Anak


Tiap orang tua tentu ingin membangun citranya tersendiri di mata anak. Sebagian masih ada yang menarik jarak dengan anak- anaknya. Konon, demi menjaga wibawa.

Bagaimana menjadi orang tua yang sukses dalam mendidik anak? Berikut ini tipsnya:

* Bantu anak bangkit. Berapapun usianya, anak tetaplah buah hati yang Anda ingin terus lindungi. Terkadang, hal-hal buruk menimpa mereka tanpa bisa Anda cegah. Saat itu terjadi, bantulah mereka untuk bangkit. Hindari menghakiminya. Jauhi kalimat, “Benar, kan, kata orang tua!” Sebaliknya, siapkan bahu Anda untuknya bersandar, menangis melepas kesedihan.
 
* Prioritaskan kebutuhannya. Begitu Anda menjadi orang tua, singkirkan ego pribadi. Sekarang, semuanya tentang anak. orang tua yang baik akan menempatkan kebutuhan anaknya sebagai prioritas.

* Limpahi mereka dengan kasih sayang. Pada anak yang lebih muda, kata-kata sayang akan kurang terasa kesannya. Tunjukkan perasaan Anda dengan menikmati waktu bersamanya, memeluknya, bermain, atau sekadar ada di sisinya.

* Luangkan waktu khusus untuk berinteraksi dengan anak. Anak tidak memerlukan hadiah nan mahal atau uang. Mereka ingin mengisi waktu dengan hubungan yang berkualitas dengan orang tuanya.

* Nikmati kehidupan Anda. Ketika Anda bahagia, rasa gembira akan terlihat membekas pada perilaku Anda dan itu menyenangkan buat anak. Jadi, jangan lupa sisihkan waktu untuk diri sendiri.

* Imbangi keriangan dengan peraturan. Ini akan membantu anak belajar cara berperilaku yang baik.

* Cobalah berlaku fleksibel. Terkadang, pekerjaan dan komitmen lainnya membuat kehidupan menjadi timpang sebelah. Kehidupan keluarga sedikit terbengkalai karenanya. Sesibuk apapun Anda, pastikan anak mengetahui orang tuanya akan ada bersamanya ketika ia membutuhkannya.
(sydh/republika)

Ketika Anak Mulai Mengenal Lawan Jenisnya

Ternyata ketika anak sudah mulai menyukai lawan jenis, itu artinya dia sedang mengenali identitas gender dan seksualitasnya.

Salah satu problema yang dikhawatirkan oleh orang tua seiring dengan perkembangan anak adalah mulai tertarik dengan lawan jenis. Sangat disayangkan karena seiring berkembangnya zaman dan kultur sosial anak-anak yang belum dalam usia matang pun banyak yang sudah mulai mengenal istilah pacaran.

Kenapa demikian? Sejak kapan anak mulai tertarik dengan lawan jenis? Apakah pula dampaknya? Dan, apa yang harus dilakukan oleh orang tua? Pertanyaan-pertanyaan ini sering ditanyakan orang tua, dan ini hal yang wajar karena orang tua ingin memberikan proteksi sejak dini kepada anak-anaknya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Berikut penjelasan Tara de Thouars, BA, M.Psi. , psikolog dari Sanatorium Dharmawangsa  dan salah satu pengelola situs konseling webkonseling.blogspot.com .

Identitas Gender
Berdasarkan tahapan perkembangan, anak dengan usia 2-4 tahun pertama kali memahami mengenai identitas gendernya dan mulai menyadari bahwa terdapat perbedaan antara anak perempuan dan laki-laki. Pada usia ini, mereka banyak mengeksplorasi bagian tubuh serta aktivitas yang sesuai dengan gendernya.

Beberapa di antara anak usia ini pun mudah sekali dekat dan atau mengenal lawan jenisnya. “Orang tua sebaiknya jangan bereaksi terlalu keras karena mengenal dekat dengan lawan jenis bagi mereka sangatlah berbeda dari makna yang ada untuk anak remaja,” kata Tara.

Pada usia 5-8 tahun, anak mulai menyadari secara penuh identitas gendernya. Mereka menjadi lebih sadar akan bentuk tubuh yang berbeda antara perempuan dan laki-laki, mulai memiliki perasaan malu terhadap lawan jenis dan menumbuhkan perasaan tabu pada beberapa istilah seksual. Karena itu, pada masa ini anak banyak bermain dengan teman sesama jenis dan banyak mempelajari peran sesuai dengan jenis kelaminnya.

Menjawab Penasaran
Karena rasa penasaran anak mengenai hal-hal terkait dengan seksual masih sangat tinggi, tidak jarang kita banyak melihat anak usia 5-8 tahun mulai tertarik dan berdekatan dengan lawan jenis.

Anak pun mulai banyak bertanya kepada orang tua mengenai hal-hal seksual. Pada masa inilah peran orang tua dan lingkungan menjadi sangat penting untuk membimbing anak. Berikanlah jawaban yang sederhana, apa adanya dan masuk di akal sehingga rasa penasaran anak terjawab dan tidak mencari jawaban dari sumber-sumber lain yang mungkin saja kurang tepat.

Orang tua tidak perlu memberi jawaban dengan sangat detil, biarkan pertanyaan dan komentar anak memberitahu seberapa jauh anak ingin tahu dan siap untuk mendengar jawaban dari orang tua.

Pada masa ini, kedekatan yang ada pada anak- anak yang berbeda jenis lebih banyak didasarkan oleh pengaruh lingkungan dan juga media. Tapi Bagi mereka, hubungan kedekatan itu lebih didasarkan oleh teman yang mereka sering menghabiskan waktu bermain bersama, namun mereka belum memahami arti kedekatan yang sebenarnya.

Hubungan Timbal Balik
Usia 8-12 tahun merupakan masa di mana anak mulai mendekati pubertas. Mereka mulai tertutup akan masalah seksual, meskipun rasa penasaran mereka masih tetap ada.

Mereka juga sudah memahami arti hubungan timbal balik terhadap lawan jenis. Namun sebagian besar anak belum sampai pada menumbuhkan hubungan yang sangat mendalam yang berikan pengaruh besar pada hidup mereka.

Peran orang tua sangatlah penting untuk dapat membimbing anak. Mencoba untuk terbuka (tidak menghakimi) dan bertanya pada anak mengenai cinta, kedekatan dengan lawan jenis, dan masalah seksual dapat membantu anak untuk memiliki rasa penerimaan diri yang lebih besar serta menjadi acuan dan arahan yang berguna untuk mereka, sehingga rasa penasaran dan perilaku anak dalam berpacaran dapat terarah dengan baik.

Anak juga akan mulai mengalami kebingungan perubahan tubuh dan hormon pada saat memasuki pubertas. Pemberian sarana informasi yang tepat dapat sangat berguna untuk mengarahkan anak pada perilaku yang tepat.

Tuntutan Lingkungan
Menginjak usia remaja 13-18 tahun, anak sudah menjadi lebih dewasa dan mulai menggunakan akal pikirannya sendiri dalam bertindak dan bertingkah laku sehingga peran lingkungan sosial menjadi sangat penting bagi anak.

Jadi selain penasaran, dorongan dan keinginan anak untuk lebih dekat dengan lawan jenisnya telah memiliki arti yang berbeda ketimbang masa anak-anak juga terjadi karena tuntutan lingkungan (teman-teman).

Masa ini merupakan masa dimana anak mulai mencari identitas dirinya yang terpisah dari keluarganya. Karenanya, pada masa ini anak banyak mengidentifikasikan dirinya dengan lingkungannya maupun orang lain yang dianggapnya berarti. Terdapat pula kebutuhan-kebutuhan lain yang juga mendorong anak untuk dekat dengan lawan jenisnya, seperti penerimaan, penghargaan, dan lain-lain. Sehingga, selain ketertarikan secara personal, mereka merasa dekat dengan lawan jenis pada masa ini merupakan hal yang wajar bagi mereka.

Beri Contoh
Ketika anak mulai menginjak remaja, kekhawatiran orang tua sangatlah tinggi karena anak dianggap belum cukup dewasa, namun bukan juga anak-anak. Peran orang tua dalam mendampingi anak pada masa ini masih sangat penting. Ketimbang melarang dan menghakimi anak, orang tua dapat memberikan penjelasan mengenai dampak baik dan buruknya dekat dengan lawan jenis, apa yang akan dilalui anak ketika mereka dekat dengan lawan jenisnya, dan sejauh mana sebaiknya anak berinteraksi dengan lawan jenis. Ini akan  memberikan kesempatan buat anak untuk berpikir dan menilai situasi dengan lebih tepat dan obyektif.

Berikan anak contoh-contoh dari kejadian nyata agar lebih mudah diterimanya. Yang juga penting adalah memberikan contoh perilaku yang tepat dalam berhubungan dengan orang lain, karena anak biasanya akan melakukan modeling  dari orangtuanya.

Dekati anak dan membicarakan mengenai interaksi dengan lawan jenis dan yang sesuai norma. Hal ini dikarenakan interaksi dengan lawan jenis yang dilakukan anak tidak selalunya positif dan terkadang membawa bekas yang mendalam bagi anak. Keterbukaan orang tua terhadap anak justru akan membuat anak lebih siap dan bahagia dalam memasuki masa remaja anak akan merasa telah memiliki bekal untuk melewati masa tersebut dengan tepat.

Selain terbuka pada anak, beri anak aturan dan tanggung jawab dalam pergaulannya agar tidak melanggar norma dan aturan agama, serta tetap dalam batas-batas tertentu. Pemberian aturan bisa didiskusikan dengan anak dengan memberikan alasan yang masuk akal pada anak akan kenapa diharuskan adanya peraturan tersebut. Ini karena anak akan lebih bisa menerima peraturan yang ditetapkan bersama dan dengan alasan yang masuk akal. Tumbuhkan juga rasa saling percaya antara orang tua dan anak agar anak dapat menumbuhkan komitmen dari dirinya sendiri.
(sydh/tn)

Himbauan Untuk Orang Tua, Adillah Kepada Anak- Anak Anda


Mempunyai anak kesayangan sebaiknya jangan terlalu mencolok agar tidak merusak psikologi anak yang lainnya. Karena hal ini bisa berdampak buruk seumur hidup pada anak yang bukan jadi anak kesayangan.

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh Netmums, salah satu situs paling populer di Inggris, menunjukkan bahwa 1 dari setiap 6 ibu punya anak kesayangan dalam keluarga. Dalam studi ini, lebih dari 1.000 wanita yang disurvei dan 16 persen mengakui bahwa mereka memiliki anak kesayangan.

Survei yang dilakukan sebelumnya oleh peneliti dari University of Manchester’s Faculty of Life Sciences juga menunjukkan bahwa setiap orangtua sebenarnya memiliki anak favorit atau anak kesayangan dalam keluarga. Hasil temuan tersebut bahkan sudah pernah dipublikasikan dalam jurnal Ecology pada tahun 2007.

"Ada pilih kasih dalam setiap keluarga dan hal ini akan memiliki dampak seumur hidup bagi setiap orang," jelas Dr Ellen Weber Libby, psikolog anak di Washington DC, seperti dilansir Dailyrecord.

Beberapa orang berpendapat bahwa memperlakukan anak dengan pilih kasih adalah kejam. Dalam bukunya The Favourite Child, Dr Libby juga menjelaskan memiliki anak kesayangan akan menjadi kejam bila orangtua memperlakukan anak kesayangannya tersebut secara istimewa secara terus-menerus atau konsisten.

"Yang terpenting adalah apresiasi yang dialami anak mencerminkan kebutuhan emosional orangtua untuk memanjakan anaknya, bukan karena perilaku anak. Dengan demikian, meski orangtua memiliki anak kesayangan dalam keluarga, mereka tetap akan melakukan anak dengan standar yang sama, sehingga kekejaman tidak akan terjadi," jelas Dr Libby.

Namun bila orangtua sangat mencolok sikap pilih kasihnya terhadap anak kesayangannya, maka hal tersebut bisa berdampak sangat buruk. Anak-anak yang kurang diperhatikan bisa merasa bahwa ia bukan orang yang penting di dalam keluarga dan menyebabkannya memiliki harga diri yang rendah atau kebencian sendiri, seperti dilansir Helium.

Meski memiliki anak kesayangan, Dr Libby mengatakan orangtua sebaiknya memperlakukan setiap anak dengan sama. Pilih kasih pada anak bisa menjadi bentuk pelecehan emosional, terutama bila meremehkan atau menggunakan kata-kata kasar kepada anak yang dianggap tidak begitu istimewa.

"Sebenarnya orangtua bisa meminimalkan kerusakan psikologis dan bekas luka emosional yang disebabkan karena favourite child syndrome (sindrom anak kesayangan). Salah satunya dengan mengakui bahwa Anda memang memiliki anak kesayangan," jelas Dr Libby.

Dr Libby menjelaskan pilih kasih harus secara terbuka dibahas dalam keluarga dan orangtua harus membuat dirinya lebih sadar dari hal-hal yang berpotensi merusak keharmonisan keluarga dan emosi anak.
(sydh/dtc)

Entri Populer