my blog

facebook

Tampilkan postingan dengan label my tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my tugas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012


 Contoh Laporan KKN metode PAR/PRA
BAB II
PENJAJAGAN ( SOCIAL  ASSESSMENT)
A.    KAJIAN DATA SEKUNDER
Wilayah kabupaten Sukoharjo
Secara geografis wilayah kabupaten Sukoharjo terletak pada 110°30’ - 110°45’ Bujur Timur dan 7°30’ - 7°45’ Lintang Selatan. Luas wilayah mencapai hampir 665,56 Km2. Batas wilayah ini meliputi:
-    Timur    : Kabupaten Sukoharjo
-    Selatan    : Kabupaten Gunung Kidul ( DIY )
-    Barat    : Kabupaten Sleman ( DIY )
-    Utara    : Kabupaten Boyolali
Jika dilihat dari segi topografi, daerah ini terletak diantara Gunung Merapi dan Pegunungan Seribu, dengan ketinggian antara 75 – 160 mdpl. Terbagi menjadi 3 yaitu wilayah bagian utara yang miring di lereng Merapi dan wilayah selatan yang relatif datar dan berbukit.
Kabupaten Klaten merupakan daerah beriklim tropis dengan musin hujan dan kemarau yang berganti sepanjang tahun. Temperatur udara rata-rata 28-30° Celcius. Curah hujan setiap bulan mengalami puncaknya pada bulan Januari ( 350 mm ) dan mengalami titik  terendah pada sekitar bulan Juli yang bahkan bisa hanya mencapai 8 mm.
 Kabupaten Klaten terdiri dari 26 Kecamatan dan 401 kelurahan.
Jumlah penduduk yang tercatat pada tahun 2008 mencapai 1.345.869 jiwa. Dengan perbandingan jumlah perempuan 665.916 juwa dan jumlah laki-laki 679.949 jiwa.
Sebaran pemeluk agama di wilayah Klaten meliputi 5 agama besar yang diakui di Indonesia. Data pada tahui 2007 menunjukkan bahwa pemeluk agama Islam berjumlah 1.202.781 jiwa. Disusul Katolik 42.053 jiwa, Hindu 11.277 jiwa, Budha 524 dan sisanya menganut Kristen.

Kamis, 28 April 2011

TERAPI EKSISTENSIAL (rolo may)


  1. Pengantar
Dalam memandang manusia, psikologi humanistik lebih penuh harapan dan optimistik. Dimana dalam diri setiap individu terdapat potensi-potensi untuk menjadi sehat dan tumbuh secara kreatif.
Abnormalitas dilihat dari segi psikologi adalah sebagai kegagalan dalam mengembangkan potensi diri manusia dikarenakan adanya hambatan atau gangguan terhadap kecenderungan alamiah tumbuhnya individu yang sehat.

Jumat, 21 Januari 2011

IQ


  
Kecerdasan Intelektual (IQ)
Orang sering kali menyamakan arti inteligensi dengan IQ, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. sedangkan IQ atau singkatan dari Intelligence Quotient, adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.
Intelligence Quotient atau yang biasa disebut dengan IQ merupakan istilah dari pengelompokan kecerdasan manusia yang pertama kali diperkenalkan oleh Alferd Binet, ahli psikologi dari Perancis pada awal abad ke-20. Kemudian Lewis Ternman dari Universitas Stanford berusaha membakukan test IQ yang dikembangkan oleh Binet dengan mengembangkan norma populasi, sehingga selanjutnya test IQ tersebut dikenal sebagai test Stanford-Binet. Pada masanya kecerdasan intelektual (IQ) merupakan kecerdasan tunggal dari setiap individu yang pada dasarnya hanya bertautan dengan aspek kognitif dari setiap masing-masing individu tersebut. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun.
Inti kecerdasan intelektual ialah aktifitas otak. Otak adalah organ luar biasa dalam diri kita. Beratnya hanya sekitar 1,5 Kg atau kurang lebih 5 % dari total berat badan kita. Namun demikian, benda kecil ini mengkonsumsi lebih dari 30 persen seluruh cadangan kalori yang tersimpan di dalam tubuh. Otak memiliki 10 sampai 15 triliun sel saraf dan masing-masing sel saraf mempunyai ribuan sambungan. Otak satu-satunya organ yang terus berkembang sepanjang itu terus diaktifkan. Kapasitas memori otak yang sebanyak itu hanya digunakan sekitar 4-5 % dan untuk orang jenius memakainya 5-6 %. Sampai sekarang para ilmuan belum memahami penggunaan sisa memori sekitar 94 %.
Tingkat kecerdasan seorang anak yang ditentukan secara metodik oleh IQ (Intellegentia Quotient) memegang peranan penting untuk suksesnya anak dalam belajar. Menurut penyelidikan, IQ atau daya tangkap seseorang mulai dapat ditentukan sekitar umur 3 tahun. Daya tangkap sangat dipengaruhi oleh garis keturunan (genetic) yang dibawanya dari keluarga ayah dan ibu di samping faktor gizi makanan yang cukup.
IQ atau daya tangkap ini dianggap takkan berubah sampai seseorang dewasa, kecuali bila ada sebab kemunduran fungsi otak seperti penuaan dan kecelakaan. IQ yang tinggi memudahkan seorang murid belajar dan memahami berbagai ilmu. Daya tangkap yang kurang merupakan penyebab kesulitan belajar pada seorang murid, disamping faktor lain, seperti gangguan fisik (demam, lemah, sakit-sakitan) dan gangguan emosional. Awal untuk melihat IQ seorang anak adalah pada saat ia mulai berkata-kata. Ada hubungan langsung antara kemampuan bahasa si anak dengan IQ-nya. Apabila seorang anak dengan IQ tinggi masuk sekolah, penguasaan bahasanya akan cepat dan banyak.
Rumus kecerdasan umum, atau IQ yang ditetapkan oleh para ilmuwan adalah :
Usia Mental Anak
x 100 = IQ
Usia Sesungguhnya
Contoh : Misalnya anak pada usia 3 tahun telah punya kecerdasan anak-anak yang rata-rata baru bisa berbicara seperti itu pada usia 4 tahun. Inilah yang disebut dengan Usia Mental. Berarti IQ si anak adalah 4/3 x 100 = 133.
Interpretasi atau penafsiran dari IQ adalah sebagai berikut :
TINGKAT KECERDASAN
IQ
Genius
Di atas 140
Sangat Super
120 - 140
Super
110 - 120
Normal
90 -110
Bodoh
80 - 90
Perbatasan
70 - 80
Moron / Dungu
50 - 70
Imbecile
25-50
Idiot
0 - 25
Kecerdasan Spiritual (SQ)
Selain IQ, dan EQ, di beberapa tahun terakhir juga berkembang kecerdasan spiritual (SQ = Spritual Quotiens). Tepatnya di tahun 2000, dalam bukunya berjudul ”Spiritual Intelligence : the Ultimate Intellegence, Danah Zohar dan Ian Marshall mengklaim bahwa SQ adalah inti dari segala intelejensia. Kecerdasan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah kaidah dan nilai-nilai spiritual. Dengan adanya kecerdasan ini, akan membawa seseorang untuk mencapai kebahagiaan hakikinya. Karena adanya kepercayaan di dalam dirinya, dan juga bisa melihat apa potensi dalam dirinya. Karena setiap manusia pasti mempunyai kelebihan dan juga ada kekurangannya. Intinya, bagaimana kita bisa melihat hal itu. Intelejensia spiritual membawa seseorang untuk dapat menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga, dan tentu saja dengan Sang Maha Pencipta.
Denah Zohar dan Ian Marshall juga mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.
Spiritual Quotient (SQ) adalah kecerdasan yang berperan sebagai landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi dalam diri kita. Dari pernyataan tersebut, jelas SQ saja tidak dapat menyelesaikan permasalahan, karena diperlukan keseimbangan pula dari kecerdasan emosi dan intelektualnya. Jadi seharusnya IQ, EQ dan SQ pada diri setiap orang mampu secara proporsional bersinergi, menghasilkan kekuatan jiwa-raga yang penuh keseimbangan. Dari pernyataan tersebut, dapat dilihat sebuah model ESQ yang merupakan sebuah keseimbangan Body (Fisik), Mind (Psikis) and Soul (Spiritual).
Selain itu menurut Danah Zohar & Ian Marshall: SQ the ultimate intelligence: 2001, IQ bekerja untuk melihat ke luar (mata pikiran), dan EQ bekerja mengolah yang di dalam (telinga perasaan), maka SQ (spiritual quotient) menunjuk pada kondisi ‘pusat-diri’
Kecerdasan spiritual ini adalah kecerdasan yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangkat internal diri yang memiliki kemampuan dan kepekaan dalam melihat makna yang ada di balik kenyataan apa adanya ini. Kecerdasan ini bukan kecerdasan agama dalam versi yang dibatasi oleh kepentingan-pengertian manusia dan sudah menjadi terkapling-kapling sedemikian rupa. Kecerdasan spiritual lebih berurusan dengan pencerahan jiwa. Orang yang ber-SQ tinggi mampu memaknai penderitaan hidup dengan memberi makna positif pada setiap peristiwa, masalah, bahkan penderitaan yang dialaminya. Dengan memberi makna yang positif itu, ia mampu membangkitkan jiwanya dan melakukan perbuatan dan tindakan yang positif.
Mengenalkan SQ Pengetahuan dasar yang perlu dipahami adalah SQ tidak mesti berhubungan dengan agama. Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh. SQ tidak bergantung pada budaya atau nilai. Tidak mengikuti nilai-nilai yang ada, tetapi menciptakan kemungkinan untuk memiliki nilai-nilai itu sendiri.

KHUTBAH JUMAT

PEMBAHASAN

RUKUN KHUTBAH JUMAT
Rukun ini biasa digunakan oleh manhab syafii.

1. Rukun Pertama: Hamdalah
Khutbah jumat itu wajib dimulai dengan hamdalah. Yaitu lafaz yang memuji Allah SWT. Misalnya lafaz alhamdulillah, atau innalhamda lillah, atau ahmadullah. Pendeknya, minimal ada kata alhamd dan lafaz Allah, baik di khutbah pertama atau khutbah kedua.
2. Rukun Kedua: Shalawat kepada Nabi SAW
Shalawat kepada nabi Muhammad SAW harus dilafadzkan dengan jelas, paling tidak ada kata shalawat. Misalnya ushalli ''ala Muhammad, atau as-shalatu ''ala Muhammad, atau ana mushallai ala Muhammad.Namun nama Muhammad SAW boleh saja diucapkan dengan lafadz Ahmad, karena Ahmad adalah nama beliau juga sebagaimana tertera dalam Al-Quran.
3. Rukun Ketiga: Washiyat untuk Taqwa
Yang dimaksud dengan washiyat ini adalah perintah atau ajakan atau anjuran untuk bertakwa atau takut kepada Allah SWT. Dan menurut Az-Zayadi, washiyat ini adalah perintah untuk mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sedangkan menurut Ibnu Hajar, cuukup dengan ajakan untuk mengerjakan perintah Allah. Sedangkan menurut Ar-Ramli, washiyat itu harus berbentuk seruan kepada ketaatan kepada Allah.
Lafadznya sendiri bisa lebih bebas. Misalnya dalam bentuk kalimat: takutlah kalian kepada Allah. Atau kalimat: marilah kita bertaqwa dan menjadi hamba yang taat.
Ketiga rukun di atas harus terdapat dalam kedua khutbah Jumat itu.
4. Rukun Keempat: Membaca ayat Al-Quran pada salah satunya
Minimal satu kalimat dari ayat Al-Quran yang mengandung makna lengkap. Bukan sekedar potongan yang belum lengkap pengertiannya. Maka tidak dikatakan sebagai pembacaan Al-Quran bila sekedar mengucapkan lafadz: tsumma nazhar.Tentang tema ayatnya bebas saja, tidak ada ketentuan harus ayat tentang perintah atau larangan atau hukum. Boleh juga ayat Quran tentang kisah umat terdahulu dan lainnya.

5. Rukun Kelima: Doa untuk umat Islam di khutbah kedua
Pada bagian akhir, khatib harus mengucapkan lafaz yang doa yang intinya meminta kepada Allah kebaikan untuk umat Islam. Misalnya kalimat: Allahummaghfir lil muslimin wal muslimat (Ya Allah, ampunilah orang-orang muslim laki dan wanita). Atau kalimat Allahumma ajirna minannar (Ya Allah, selamatkan kami dari api neraka).
Adapun Mazhab-mazhab lainnya adalah sebagai berikut:
1. Mazhab Hanafi, rukun khutbah adalah satu hal, yaitu dzikir secara mutlak, baik panjang maupun pendek. Menurut Mazhab ini bahkan bacaan tahmid, atau tasbih, atau tahlil, sudah cukup untuk menggugurkan kewajiban khutbah. Mazhab ini berpendapat bahwa khutbah bisa disampaikan dalam bahasa apa saja, tidak harus bahasa Arab.
2. Mazhab Maliki, rukun khutbah menurut mazhab ini adalah satu hal, yaitu ungkapan yang memuat kabar gembira (dengan janji-janji pahala dari Tuhan) atau peringatan (bagi orang-orang yang suka melanggar aturan Tuhan). Mazhab ini berpendapat bahwa keseluruhan khutbah harus disampaikan dalam bahasa Arab. Jika tidak ada yang mampu menggunakan bahasa Arab maka kewajiban salat Jum’at gugur untuk dilaksanakan.
3. Mazhab Hanbali, rukun khutbah menurut mazhab ini ada empat hal, yaitu:
a. Bacaan “alhamdulillah” dalam setiap khutbah, satu dan dua.
b. Salawat atas Nabi Muhammad.
c. Membaca satu atau sebagian ayat al-Qur’an.
d. Wasiat untuk melakukan ketakwaan.
Mazhab ini juga berpendapat bahwa khutbah harus disampaikan dalam bahasa Arab bagi yang mampu. Bagi yang tak bisa berbahasa Arab maka menggunakan bahasa yang dimampui, khusus untuk ayat al-Qur`an tidak boleh digantikan dengan bahasa lain.
SYARAT KHUTBAH JUMAT
Syarat khutbah jum'at adalah sebagai berikut :
  • Suci dari 2 hadats yakni hadats kecil dan hadats besar.  Hadats kecil adalah hadats yang menyebabkan dia harus berwusu,  sedangkan hadas besar adalah keadaan seorang yang mesti mandi wajib.
  • Suci dari berbagai najis di tempat khutbah,  pakain  dan badannya termasuk barang yang dipegang ketika khutbah seperti mic,  naskah khutbah dan lainnya.  Itu semua harus terbebas dari semua jenis najis.
  • Harus menutupi aurat.
  • Khotib yang berkhutbah harus sambil berdiri bagi yang mampu.
  • Duduk antara 2 khutbah yang lamanya sekira-kira sedikit lebih lama dari thuma'ninah dalam shlalat.
  • Pelaksanaan 2 khutbah harus terus menerus,  tidak boleh terpisah oleh kegiatan lain selain duduk antara 2 khutbah.
  • Setelah khutbah yang ke 2,  harus dilanjutkan dengan shalat dan tidak boleh terpisah oleh kegiatan lain seperti membaca Quran atau shalat Ghaib.
  • Bacaan pada rukun khutbah harus memakai bahasa Arab.
  • Bacaan rukun khutbah harus terdengar oleh minimal 40 orang jema'ah (khusus yang bermazhab Imam Syafi'i).
  • Seluruh khutbah harus dilakukan pada waktu dilakukannya shalat zhuhur.




PENUTUP
KESIMPULAN
Bahwa seorang muslim(laki laki )adalah wajib hukumnya untuk melakukan sholat jumat.Seorang khotib pada sholat jumat harus mengetahui rukun rukun dan syarat untuk melakukan khutbah jumat,Sebuah rukun adalah tidah boleh ditinggalkan harus berurutan  tidak boleh acak acakan .Dan masih banyak lagi kesimpulan yang dapat diambil tentunya oleh audien sendiri.


ISLAM BUDAYA JAWA


KEBUDAYAAN JAWA ASLI
Pergulatan  Islam dengan sastra dan budaya jawa menjadi objek kajian yang menarik bagi sarjana barat.  Interaksi Islam dan budaya Jawa memang mempunyai karakteristik tersendiri .sayang umat Islam sendiri selama ini kurang peka terhadap sejarah Islam . baru belakang ini  saja mula ada tulisan angkatan muda Islam tentang NU ,Muhamaddiyah ,dan lain lain ,namum,kajian mereka  belum mempertimbangkan pengaruh budaya Lokal atau Jawa ¸sehingga karya mereka seakan tidak terpijak di bumi Indonesia .
Pergulatan islam dengan sastra budaya Jawa  ternnyata melahirkan tiga bentuk keislaman dengan landasan berpikir yang berbeda dan kadang saling memancing konflik   satu sama lain . Yaitu: Islam sastra ,abangan ,dan priyayi.Masalahnya ,mengapa terjadi tiga tipologi di atas ,dan bagaimana masa depan Islam diIndonesia?
Suku suku bangsa Indonesia ,khususnya sukuJawa sebelum kedatangan pengaruh Hinduisme telah hidup teratur dengan animisme dinamisme sebagai akar religiositasnya,dan hukum adat sebagai pranata social mereka ,Adanya warisan hukum adat menunjukkan  bahwa nenek moyang suku bangsa Indonesia asli telah hidup teratur  dibawah pemerintah atau kepala adat ,walaupun masih dalam bentuk yang sangat  sederhana .Religi animisme dinamisme yang menjadi akar budaya asli Indonesia khususnya masyarakat Jawa cukup memiliki daya talian yang kuat terhadap pengaruh kebudayaan kebudayaanyang telah berkembang maju .keadaan ini memancing timbulnya teori kekenyalan dan ketegaran  kebudayaan asli pribumi Indonesia,Prof.R.M.Sutjipto Wirjosuparto mengatakan sebagai berikut :
Sungguhpun kebudayaan Indonesia (asli)menjalin hubungan dengan kebudayaan kebudayaan lain yang kebanyakannya di pandang telah mengalami perkembangan yang lebih tinggi   misalnya kebudayaan Hindu,Islam,dan Barat yang mengakibatkan termodifikasinnya kebudayaan di Indonesia didalam proses yang memungkinkannya mempertahankan karakter keIndonesia nya , bahkan dalam hubungan dengan kepudayaan asing itu pola keindonesiannya tetap sama ,lantaran unsur unsur kebudayaan asing itu terserap dalam pola keindonesiaan.
Elastisitas sifat kebudayaan Indonesialah yang mampu mempertahankan cirri ke Indonesiaannya.
Bahkan kesimpulan yang lebih menarik lagi diketegahkan J.W.M. Bakker dalam kajiannya yang berjudul ,Agama asli Indonesia .beliau menyimpulkan bahwa ,’’Walaupun bagian terbesar orang Indonesia mengaku beragama Islam ,namum sikap keagamaan sehari hari yang mereka hayati ,’’dijiwai dalam batinnya oleh agama asli(animism dan dinamisme) Indonesia yang kaya raya isinya ,yang dipelihara dengan khusyuk ,yang tidak mau ‘dirombak ‘oleh agama asing.’’
Mengapa demikian ?menurut J.W.M bakker alasan memengapa islam tidak berakar dalam jiwa orang Indonesia asli karena  belum adanya evaluasi teologis muslim terhadap keruhanian agama agama lain.
Maka perlu diadakan evaluasi islami terhadap  religi animism dan dinamisme yang telah mengakar kuat semenjak zaman pra sejarahdi iindonesia ,khususnya jawa.Cirri khas religi animism dan dinamisme adalah menganut ruh dan daya ghaib yang bersifat aktif.Prinsip ruh aktip menurut  kepercayaan animism adalah bahwa ruh orang mati tetap hidup dan bahkan menjadi sakti seperti dewa ,bisa mencelakakan dan mensejahterakan manusia.
Religi animisme-dinamisme tentu menumbuhkan kelompok pawing yang berfungsi sebagai pendeta,pernatara,dukun atau orang tua yang bisa berhubungan langsung dengan roh roh yang menguasai kekuatan ghoib.religi animism-dinamisme memuncak melalui perkembangan ilmu perdukunan & ilmu klenik.ilmu klenik / ilmu perdukunan ini masih Nampak jelas pada primbon primbon,misalnya primbon bental jemur,mujarabat,dsb.demikian pula dengan ilmu santet dan ilmu tenung ,merupakan warisan ilmu hitan nenek moyang yang berkaitan pula dengan animism dan dinamisme.jadi warisan zaman pra sejarah di jawa memang masih bertahan hingga dewasa ini ,karena alam pikiran modern  baru menyentuh lapisan minoritas kaum terpelajar saja.
Masalahnya bagi umat islam,kepercayaan akan adanya ruh dan daya ghoib yang aktif ini sangat bertentangan dengan Islam.”Hadis nabi SAW menegaskan bahwa bila anak adam meninggal putuslah segala amalnya kecuali 3 perkara……………..”Jadi tidak ada manusia yang bisa beramal lagi setelah mati.Prinsip tauhid menegaskan ,bahwa ruh manusia dalam kubur mulai merasakan penderitaan jika amalnya di dunia buruk dan sebaliknya .Dalam prinsip tauhid ,segala kuasa ruhani terpusat mutlak kepada alloh SWT,maka tidak ada daya ghaib dan kuasa ruh lain yang bisa berpengaruh secara aktif.Paham tauhid memerlukan pendekatan konflik .Yaitu,pendekatan yang secara tegas memisahkan antara yang hak dan yang batil ,antara tauhid dan segala bentuk kemusyikan.
Adapun pola kebudayaan Indonesia asli ,termasuk pula Indonesia,religi animism dan dinamisme telah mendominasi seluruh hidup manusia sejak taraf kehidupan masyarakat masih bersahaja.Paham ini mempercayai adanya ruh dan daya aktif yang sangat bertentangan dengan ajaran ruh dan daya pasif dalam ajaran islam.Paham ruh aktif sedemikian kukuhnya   karena dipersubur oleh tradisi tradisi agama timur seperti parsi,hindu,budha,dan tasawwuf.Dan inilah problematika terberat dalam mengembangkan ajaran islam.
Hal lain yang akan dihadapi agama islam adalah manifestasi lahir religi animism – dinamisme itu,yaitu dalam bentuk nilai adat.Adat bukan hanya sekedar custum atau etiquette biasa.Namun betapa kuatnya pengaruh adat terhadap aspek keagamaan .menurut Takdir Alisjahbana “adat itu artinya bukan saja lebih luas dari costum tetapi teristimewa lebih dalam.segala yang kita namakan hokum sekrang termasuk didalamnya,malahan lebih dari pada hokum ia mengatur  keperluan dan perbuatan individu maupun masyarakat,seperti upacra upacara perkawinan,kelahiran ,kematian,waktu bertanam padi,bagaimana membuat rumah,bagaimana meminta dan menghentikan hujan,dll.Ekonomi ,politik dan seni termasuk didalamnya”.JAdi sangat kuat sekali penagruh adat terhadap aspek keagamaan.
Dalam masyaarakat Indonesia asli khususnya masyarakat jawa yang masih bersahaja,nilai agama menjadi nilai utamayang bersifat mengikat dan mempengaruhi nilai nilai lain.Nilai agama menggejala dalam kepercyaan serba mistik ,yang kemudian mempengaruhi adat dengan berbagai tata cara dan rangkaian upacara yang kompleks.Berkaitan dengan masyarakat yang masih bersahaja,nilai solidaritas  yang dalam ungkapan jawa semangat gotong royongdan rukun cukup tinggi.Kemudian berkaitan dengan religi ,mantra,kidung kidung untuk meminta bantuan para roh nenek moyang dan menolak segala penyakit juga sangat berkembang.Adapun nilai rasional ,nilai ekonomi,dan nilai kekuasaan masih sangat rendah.Dengan demikian pola budaya jawa asli menuruk Takdir Alisjhbana , masih dikuasai oleh nilai agama yang diikuti oleh solidaitas dan nilai kesenian ,sedangkan dalam sifatnya yang demokratis nilai kuasa dalam susunan masyarakat lemah.Nilai itu lemah,karena pemikiran rasional belum berkembang ,sdangkan perasaan masih terlampau berkuasa dalam menghadapi alam.
Interaksi islam dengan budaya Minang dan Melayu membentuk perpaduan yang sintetis .sebaliknya ,interaksi antara Islam dan budaya Jawa menghasilkan bentuk islam yang singkretik,akan tetapi, diperlukan sikap yang hati hati dalam menyikapi relatifitas proses sosial ini.misalnya ,interaksi Islam dan budaya Jawa jika ditinjau dari perspektif Islam memang telah memunculkan Islam yang bercorak sinkretik.sebaliknya ,jika dilihat dari perspetik perkembangan kebudayaan Jawa yang terjadi proses sintetis yang amat serasi .sebagai contoh adalah lahirnya serat Wulangreh,Wedhatama,Centhini,serat Babad Demak ,Ambiya dan sebagainya .yang mencerminkan proses sintetik itu. Tetapi ,jika dilihat dari perspektif Islam yang lahir justru bentuk sinkretik yang tidak murni.
Pola Budaya Jawa Asli
Jika nilai agama menjadi dasar bagi pola budaya Individu dan masyarakat ,nilai agama ini tertentu akan mewarnai tingkah laku seseorang atau masyarakat . contohnya , adalah pola budaya masyarakat bersahaja dari suku bangsa Jawa sebelum dipengaruhi oleh budaya India .demikian pula ,budaya budaya asli Indonesia pada umumnya .hanya saja penghayatan individu atau masyarakat terhadap agama mereka juga bertingkat tingkat . karena itu ,konsep beragama yang ideal adalah jika nilai agama mereka berhasil menjiwai nilai nilai budaya yang lain .kalau belum tercapai ,berarti penghayatan agama belum utuh ,atau belum sungguh sungguh mengakar . Dalam hal agama ,animism ini belum menjadi agama dalam pengertian yang sempurna Artinya ,animism belum membawa kesadaran keagamaan secara utuh,tetapi masih dekat kepada kepercayaan tredisional.




KESIMPULAN

Adapun pola kebudayaan Indonesia asli ,termasuk pula Indonesia,religi animism dan dinamisme telah mendominasi seluruh hidup manusia sejak taraf kehidupan masyarakat masih bersahaja.Paham ini mempercayai adanya ruh dan daya aktif yang sangat bertentangan dengan ajaran ruh dan daya pasif dalam ajaran islam.Paham ruh aktif sedemikian kukuhnya   karena dipersubur oleh tradisi tradisi agama timur seperti parsi,hindu,budha,dan tasawwuf.Dan inilah problematika terberat dalam mengembangkan ajaran islam.Hal lain yang akan dihadapi agama islam adalah manifestasi lahir religi animism – dinamisme itu,yaitu dalam bentuk nilai adat.Adat bukan hanya sekedar custum atau etiquette biasa.Namun betapa kuatnya pengaruh adat terhadap aspek keagamaan.
Dan kita sebagai mahasiswa dakwah dan komunikasi harus tanggap dengan hal tersebut,dan bagaimana mencari solusi yang tepat agar islam di jawa ini menjadi murni tanpa adanya kesyirikan.

kemiskinan


kemiskinan


a.  Problematika umat tentang ”KEMISKINAN"

Banyak sekali masalah masalah yang timbul di negeri tercinta ini,di negeri yang hamper 80%nya muslim  ini ,masalah yang tak kunjung rampung adalah kemiskinan.kemiskinan dari tahun ke tahun semakin bertambah,yang kaya semakin raya,yang miskin semakin kere.Pada setiap pemilihan presiden acap kali mereka mempunyai tujuan ingin mengentaskan kemiskinan dari bumi Indonesia ini dan realitanya orang miskin di Indonesia semikin tambahhhhh  dan bertambah.ini realita di Indonesia yang orang muslimnya terbanyak di dunia.yang miskin semakin tertiundas dan yang kaya ingin selalu menindas.
Dakwah islamiyah tidak hanya dengan lisan saja atau tulisan saja.ketika seorang dai menghadapi umat yang sedang kelaparan tidak mungkin dakwahnya bisa diterima ketika itu karena objek dakwahnya membutuhkan makanan bukan banyolan.Namun apabila umat yang kelaparan tersebut diberi makanan dahulu setelah tidak merasa lapar trus di dajak sholat,atau ibadah lainnya pasti akan lebih mengena dan  dakwahnya tadi bisa dibilang sukses secara kasat mata.Ini termasuk metode dakwah yang efektif .Dan mereka pasti mempunyai sebuah gambaran di hatinya kalau ternyata islam itu sangatlah indah,kalau ada saudaranya yang tidak mampu saling menolong dll.Cara dakwah seperti inlah yang cocok diterapkan pada kondisi seperti ini.
Maka  Islam mengajarkan untuk banyak beramal ,berinfak tentunya atau berzakat,entah zakat fitrah atau zakat maal.Agar supaya saudara kita yang kurang mampu dan yang mampu saling menolong.Secara psikologi orang yang membantu orang miskin yang seiman tentunya,orang miskin tersebut agar tergetar hatinya ketika menerima bantuan dari saudara nya yang seiman tadi.
Islam sudah mengajarkan hal ini sejak zaman rosululloh,bahwa fadilah beramal dan berinfak sangatlah besar sekali.Namun saat ini ketika kita melihat seorang yang berinfak secara tidak langsung dan saya menduga dengan huznudzon saudara kita ini paling banter hanya mengeluarkan 1000 saja ketika infak itupun kalau hari jumat.Kalau dilihat mereka tiap hari jajan sampai keluar ratusan ribu bahkan sampai jutaan  sangat bertolak belakang sekali bukan?, fenomena ini sangat memprihatinkan sekali .Dan bukan suatu berita baru kalau saudara kita banyak yang miskin lawong yang kaya saja pelitnya bukan main.Padahal alloh mengiming imingngi sebuah pahal yang besar dan melipat gandakan  harta yang mereka infakkan.Logikannya semakin banyak beramal semikin banyak pula harta yang kita perole sebagai gantinya.
Dakwah islam harus  menyentuh bagian tersebut juga,ketika kemiskinan itu merajalela,agar tidak merajalela lagi harus ada imbangan yang dilakukan misalnya  seorang dai meningkatkan kesadaran umat yang kaya agar menyodakohkan sebagian hartanya.Dan ini tidak hanya dengan lisan saja ,namun sang dai harus bisa mencotohkannya.Bukan hal yang asing ketika seorang dai gagal dalam mejalankan misi dakwahnya ketika seorang dai tidak melakukan apa yang dia katakana.sesuai dengan firman alloh swt dalam surat(As-Shaff:2) ““Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?”.
Sebenarnya islam sudah mengajarkan semua hal tersebut,dan ini malah dicontoh oleh umat nasrani.Ketika umat nasrani tersebut berinfak tidak hanya seribu atau nominal kecil lainya.Ketika umat nasroni kajian di gereja uang infak mereka dapat jutaan karena kesadaran mereka tinggi,Padahal mereka tidak tahu apa balasannya atau hadiah dari tuhan mereka Dan infak mereka digunakan untuk berdakwah kepada kaumnya yang miskin sehingga umat mereka jarang yang miskin.HArusnya kita sebagai umat islam yang mayoritas  merasa iri dengan hal ini,karena mereka yang minoritas saja bisa seperti itu.rosululloh bersabda bahwa kefakiran itu dekat dengan kekafiran.Nah ini terlihat sekali ketika ada seorang muslim murtad hanya gara gara mie instand dan sebagainya.Sebenarnya mana umat islam itu?????inilah yang menjadi PR para dai dan daiyah saat ini.Sebuah PR besar yang harus dituntaskan.Bahwa dimensi realitas  sangatlah jauh dari idealnya.
Seorang da’I agar sukses dalam berdakwahnya haruslah dimulai dari diri sendiri,ketika para da’I ini berdakwah harus pintar pintar melihat kondisi objeknya.Mereka harus melihatnya dari berbagai aspek,misalnya pendidikan,ekonomi,budaya da lain lainnya.Dari masalah tersebut terlihat seorang da’I kurang bisa memahami objek dakwahnya,singkat cerita dakwahnya bisa dibilang gagal ,atau kalaupun mereka menerima apa yang dikatakan si da’I pasti itu hanya sesaat ,tanpa realisasi,dan sama sekali tidak menyentuh hati objek dakwahnya.
Kita jangan heran kalau metode dakwah kita ini di praktekan oleh umat non muslim lainnyaDan terbukti berhasil atau sukses sekali .Intinya permaslahan ini adalah sangat perlu penyadaran kepada si kaya untuk banyak beramal ,berinfak dan bersodaqoh dan berzakat.Apalagi alu sudah bisa berzakat maal,pasti orang miskin di Indonesia ini akan berkurang  secara bertahap.



B. Metode DA’I yang tepat saat ini.
Dalam kaitannya dengan pelaksanaan dakwah, dan dalam permasalahan tersebut dapat diambil beberapa metrode agar islam itu berda di dalam seseorang,yang Dari tidak cinta Islam menjadi cinta, dari tidak mau beramal saleh menjadi giat melakukannya, dari cinta kemaksiatan menjadi benci dan tertanam dalam jiwanya rasa senang terhadap kebenaran ajaran Islam.

A.       Menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang mudah dipahami dan dihayati di dalam jiwa.
Seperti kita berdakwah dengan orang yang miskin tersebut,mereka tidak butuh ucapan yang indah indah saja yang mereka butuhkan adalah harta,makanan dll dengan kata lain para da’I harus tahu apa yang mereka butuhkan .

B.      Bersikap lentur selama tidak menurunkan martabat kebenaran.
Seperti yang dilakukan Musa dan Harun dengan tetap menghormati Firáun sebagai ayah yang mengangkat Musa a.s

C.       Mempertimbangkan kapasitas penerima dakwah, sesuai dengan diturunkannya Al Quran secara bertahap.
Seperti tentang pelarangan komr .bahwa tidak langsung megharamkan namun perlahan lahan mulai dari madorotnya samapi tujuan utamanya yaitu mengharamkan komr

D.       Menggunakan bahawa kaum yang didakwahi, sehingga pesan-pesan dakwah lebih mudah dan lebih cepat diterima.

E.       Berbicara sesuai dengan tingkat berfikir orang yang didakwahi. Berbicara kepada anak-anak tentu berbeda dengan bicara kepada dewasa. Begitu juga dengan berbicara kepada remaja tentu berbeda dengan kepada anak kecil.

F.        Berbicara dengan ungkapan-ungkapan yang padat makna, sebab berbicara yang bertele-tele tidak hanya menjenuhkan pemikiran, tetapi juga menyebabkan orang tidak simpati dan menimbulkan kelelahan jiwa.

G.      Guna menyentuh hati dan perasaan orang yang didakwahi, Rasul menyampaikan pesan dakwah dengan emosi dan semangat yang tinggi sesuai dengan tema pembicaraannya.

H.      Menyampaikan pesan dengan menyentuh langsung perasaan orang yang didakwahi.




SIKAP MENTAL DAI

Di atas sudah disebutkan bahwa dakwah merupakan usaha mengubah sikap kejiwaan seseorang dari tidak islami kepada sikap yang islami. Untuk itu, orang yang berdakwah harus memiliki sikap mental yang baik dan ini harus bertul-betul terealisasi dalam kehidupannya sehari-hari. Sikap mental ini antara lain sebagai berikut:

(1) Memiliki kecintaan kepada ajaran Islam, sehingga dalam kapasitasnya sebagai dai, seorang telah merealisasikan pesan-pesan dakwahnya dalam kehidupan nyata. Bila tidak, terdapat hambatan psikologis untuk diterimanya pesan-pesan dakwah oleh madú, bahkan bisa mengakibatkan hilangnya kewibawaan sebagai dai dan di hadapan Allah Swt, ia mendapatkan kemurkaan-Nya. Allah Swt berfirman,

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?” (As-Shaff:2)

(2) Lemah lembut kepada madú-nya agar mereka senang dan mau menerima pesan-pesan dakwah serta mengikuti jalannya. Bila bersikap sebaliknya, yakni bengis dan kasar, kemungkinan besar yang terjadi adalah dai dijauhi madú nya. Ini pula yang dicontohkan oleh Rasul Saw dalam berbagai peristiwa, sehingga mereka yang semula memusuhi berubah menjadi pendukung-pendukung yang setia.

(3) Bersikap sabar dan optimis dalam dakwah

(4) Menggunakan cara yang baik dan benar dalam berdakwah, sehingga secara psikologis dakwah akan mendapat simpati mereka yang semula tidak suka dan tidak ada alasan untuk menuduh para dai dengan tuduhan yang tidak benar.









Kesimpulan

Permasalahan inti pada saat ini adalah kurangnya kesadaran orang kaya untuk beramal dan bersodaqoh,maka tugas seorang da’I adalah menyadarkan mereka yang belum sadar akan pentingnya sodakoh dan membantu sesame muslim.Da’I pada saat ini harus pintar pintar membaca permaslahan umat,da’I harus pintar melihat kondisi umat.Apabila umat yang didakwahi ini belum bisa  menerima dakwahnya harusnya berganti dengan metode yang lebih efektif lagi.
Semoga kita yang berda di jurusan dakwah ini lebih bisa memahami permasalahan umat saat ini dan memberikan solusi yang tepat permasalahannya.

Entri Populer