my blog

facebook

Jumat, 21 Januari 2011

ISLAM BUDAYA JAWA


KEBUDAYAAN JAWA ASLI
Pergulatan  Islam dengan sastra dan budaya jawa menjadi objek kajian yang menarik bagi sarjana barat.  Interaksi Islam dan budaya Jawa memang mempunyai karakteristik tersendiri .sayang umat Islam sendiri selama ini kurang peka terhadap sejarah Islam . baru belakang ini  saja mula ada tulisan angkatan muda Islam tentang NU ,Muhamaddiyah ,dan lain lain ,namum,kajian mereka  belum mempertimbangkan pengaruh budaya Lokal atau Jawa ¸sehingga karya mereka seakan tidak terpijak di bumi Indonesia .
Pergulatan islam dengan sastra budaya Jawa  ternnyata melahirkan tiga bentuk keislaman dengan landasan berpikir yang berbeda dan kadang saling memancing konflik   satu sama lain . Yaitu: Islam sastra ,abangan ,dan priyayi.Masalahnya ,mengapa terjadi tiga tipologi di atas ,dan bagaimana masa depan Islam diIndonesia?
Suku suku bangsa Indonesia ,khususnya sukuJawa sebelum kedatangan pengaruh Hinduisme telah hidup teratur dengan animisme dinamisme sebagai akar religiositasnya,dan hukum adat sebagai pranata social mereka ,Adanya warisan hukum adat menunjukkan  bahwa nenek moyang suku bangsa Indonesia asli telah hidup teratur  dibawah pemerintah atau kepala adat ,walaupun masih dalam bentuk yang sangat  sederhana .Religi animisme dinamisme yang menjadi akar budaya asli Indonesia khususnya masyarakat Jawa cukup memiliki daya talian yang kuat terhadap pengaruh kebudayaan kebudayaanyang telah berkembang maju .keadaan ini memancing timbulnya teori kekenyalan dan ketegaran  kebudayaan asli pribumi Indonesia,Prof.R.M.Sutjipto Wirjosuparto mengatakan sebagai berikut :
Sungguhpun kebudayaan Indonesia (asli)menjalin hubungan dengan kebudayaan kebudayaan lain yang kebanyakannya di pandang telah mengalami perkembangan yang lebih tinggi   misalnya kebudayaan Hindu,Islam,dan Barat yang mengakibatkan termodifikasinnya kebudayaan di Indonesia didalam proses yang memungkinkannya mempertahankan karakter keIndonesia nya , bahkan dalam hubungan dengan kepudayaan asing itu pola keindonesiannya tetap sama ,lantaran unsur unsur kebudayaan asing itu terserap dalam pola keindonesiaan.
Elastisitas sifat kebudayaan Indonesialah yang mampu mempertahankan cirri ke Indonesiaannya.
Bahkan kesimpulan yang lebih menarik lagi diketegahkan J.W.M. Bakker dalam kajiannya yang berjudul ,Agama asli Indonesia .beliau menyimpulkan bahwa ,’’Walaupun bagian terbesar orang Indonesia mengaku beragama Islam ,namum sikap keagamaan sehari hari yang mereka hayati ,’’dijiwai dalam batinnya oleh agama asli(animism dan dinamisme) Indonesia yang kaya raya isinya ,yang dipelihara dengan khusyuk ,yang tidak mau ‘dirombak ‘oleh agama asing.’’
Mengapa demikian ?menurut J.W.M bakker alasan memengapa islam tidak berakar dalam jiwa orang Indonesia asli karena  belum adanya evaluasi teologis muslim terhadap keruhanian agama agama lain.
Maka perlu diadakan evaluasi islami terhadap  religi animism dan dinamisme yang telah mengakar kuat semenjak zaman pra sejarahdi iindonesia ,khususnya jawa.Cirri khas religi animism dan dinamisme adalah menganut ruh dan daya ghaib yang bersifat aktif.Prinsip ruh aktip menurut  kepercayaan animism adalah bahwa ruh orang mati tetap hidup dan bahkan menjadi sakti seperti dewa ,bisa mencelakakan dan mensejahterakan manusia.
Religi animisme-dinamisme tentu menumbuhkan kelompok pawing yang berfungsi sebagai pendeta,pernatara,dukun atau orang tua yang bisa berhubungan langsung dengan roh roh yang menguasai kekuatan ghoib.religi animism-dinamisme memuncak melalui perkembangan ilmu perdukunan & ilmu klenik.ilmu klenik / ilmu perdukunan ini masih Nampak jelas pada primbon primbon,misalnya primbon bental jemur,mujarabat,dsb.demikian pula dengan ilmu santet dan ilmu tenung ,merupakan warisan ilmu hitan nenek moyang yang berkaitan pula dengan animism dan dinamisme.jadi warisan zaman pra sejarah di jawa memang masih bertahan hingga dewasa ini ,karena alam pikiran modern  baru menyentuh lapisan minoritas kaum terpelajar saja.
Masalahnya bagi umat islam,kepercayaan akan adanya ruh dan daya ghoib yang aktif ini sangat bertentangan dengan Islam.”Hadis nabi SAW menegaskan bahwa bila anak adam meninggal putuslah segala amalnya kecuali 3 perkara……………..”Jadi tidak ada manusia yang bisa beramal lagi setelah mati.Prinsip tauhid menegaskan ,bahwa ruh manusia dalam kubur mulai merasakan penderitaan jika amalnya di dunia buruk dan sebaliknya .Dalam prinsip tauhid ,segala kuasa ruhani terpusat mutlak kepada alloh SWT,maka tidak ada daya ghaib dan kuasa ruh lain yang bisa berpengaruh secara aktif.Paham tauhid memerlukan pendekatan konflik .Yaitu,pendekatan yang secara tegas memisahkan antara yang hak dan yang batil ,antara tauhid dan segala bentuk kemusyikan.
Adapun pola kebudayaan Indonesia asli ,termasuk pula Indonesia,religi animism dan dinamisme telah mendominasi seluruh hidup manusia sejak taraf kehidupan masyarakat masih bersahaja.Paham ini mempercayai adanya ruh dan daya aktif yang sangat bertentangan dengan ajaran ruh dan daya pasif dalam ajaran islam.Paham ruh aktif sedemikian kukuhnya   karena dipersubur oleh tradisi tradisi agama timur seperti parsi,hindu,budha,dan tasawwuf.Dan inilah problematika terberat dalam mengembangkan ajaran islam.
Hal lain yang akan dihadapi agama islam adalah manifestasi lahir religi animism – dinamisme itu,yaitu dalam bentuk nilai adat.Adat bukan hanya sekedar custum atau etiquette biasa.Namun betapa kuatnya pengaruh adat terhadap aspek keagamaan .menurut Takdir Alisjahbana “adat itu artinya bukan saja lebih luas dari costum tetapi teristimewa lebih dalam.segala yang kita namakan hokum sekrang termasuk didalamnya,malahan lebih dari pada hokum ia mengatur  keperluan dan perbuatan individu maupun masyarakat,seperti upacra upacara perkawinan,kelahiran ,kematian,waktu bertanam padi,bagaimana membuat rumah,bagaimana meminta dan menghentikan hujan,dll.Ekonomi ,politik dan seni termasuk didalamnya”.JAdi sangat kuat sekali penagruh adat terhadap aspek keagamaan.
Dalam masyaarakat Indonesia asli khususnya masyarakat jawa yang masih bersahaja,nilai agama menjadi nilai utamayang bersifat mengikat dan mempengaruhi nilai nilai lain.Nilai agama menggejala dalam kepercyaan serba mistik ,yang kemudian mempengaruhi adat dengan berbagai tata cara dan rangkaian upacara yang kompleks.Berkaitan dengan masyarakat yang masih bersahaja,nilai solidaritas  yang dalam ungkapan jawa semangat gotong royongdan rukun cukup tinggi.Kemudian berkaitan dengan religi ,mantra,kidung kidung untuk meminta bantuan para roh nenek moyang dan menolak segala penyakit juga sangat berkembang.Adapun nilai rasional ,nilai ekonomi,dan nilai kekuasaan masih sangat rendah.Dengan demikian pola budaya jawa asli menuruk Takdir Alisjhbana , masih dikuasai oleh nilai agama yang diikuti oleh solidaitas dan nilai kesenian ,sedangkan dalam sifatnya yang demokratis nilai kuasa dalam susunan masyarakat lemah.Nilai itu lemah,karena pemikiran rasional belum berkembang ,sdangkan perasaan masih terlampau berkuasa dalam menghadapi alam.
Interaksi islam dengan budaya Minang dan Melayu membentuk perpaduan yang sintetis .sebaliknya ,interaksi antara Islam dan budaya Jawa menghasilkan bentuk islam yang singkretik,akan tetapi, diperlukan sikap yang hati hati dalam menyikapi relatifitas proses sosial ini.misalnya ,interaksi Islam dan budaya Jawa jika ditinjau dari perspektif Islam memang telah memunculkan Islam yang bercorak sinkretik.sebaliknya ,jika dilihat dari perspetik perkembangan kebudayaan Jawa yang terjadi proses sintetis yang amat serasi .sebagai contoh adalah lahirnya serat Wulangreh,Wedhatama,Centhini,serat Babad Demak ,Ambiya dan sebagainya .yang mencerminkan proses sintetik itu. Tetapi ,jika dilihat dari perspektif Islam yang lahir justru bentuk sinkretik yang tidak murni.
Pola Budaya Jawa Asli
Jika nilai agama menjadi dasar bagi pola budaya Individu dan masyarakat ,nilai agama ini tertentu akan mewarnai tingkah laku seseorang atau masyarakat . contohnya , adalah pola budaya masyarakat bersahaja dari suku bangsa Jawa sebelum dipengaruhi oleh budaya India .demikian pula ,budaya budaya asli Indonesia pada umumnya .hanya saja penghayatan individu atau masyarakat terhadap agama mereka juga bertingkat tingkat . karena itu ,konsep beragama yang ideal adalah jika nilai agama mereka berhasil menjiwai nilai nilai budaya yang lain .kalau belum tercapai ,berarti penghayatan agama belum utuh ,atau belum sungguh sungguh mengakar . Dalam hal agama ,animism ini belum menjadi agama dalam pengertian yang sempurna Artinya ,animism belum membawa kesadaran keagamaan secara utuh,tetapi masih dekat kepada kepercayaan tredisional.




KESIMPULAN

Adapun pola kebudayaan Indonesia asli ,termasuk pula Indonesia,religi animism dan dinamisme telah mendominasi seluruh hidup manusia sejak taraf kehidupan masyarakat masih bersahaja.Paham ini mempercayai adanya ruh dan daya aktif yang sangat bertentangan dengan ajaran ruh dan daya pasif dalam ajaran islam.Paham ruh aktif sedemikian kukuhnya   karena dipersubur oleh tradisi tradisi agama timur seperti parsi,hindu,budha,dan tasawwuf.Dan inilah problematika terberat dalam mengembangkan ajaran islam.Hal lain yang akan dihadapi agama islam adalah manifestasi lahir religi animism – dinamisme itu,yaitu dalam bentuk nilai adat.Adat bukan hanya sekedar custum atau etiquette biasa.Namun betapa kuatnya pengaruh adat terhadap aspek keagamaan.
Dan kita sebagai mahasiswa dakwah dan komunikasi harus tanggap dengan hal tersebut,dan bagaimana mencari solusi yang tepat agar islam di jawa ini menjadi murni tanpa adanya kesyirikan.

BAB I PENELITIAN KUNTITATIF

NARKOBA
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang masalah
Pada era globalisasi seperti ini, narkoba sudah masuk di segera aspek kehidupan manusia terutama generalisasi muda. Penyalah gunaan dan peredaran gelap narkoba telah berkembang pesat dan mengguncang kehidupan keluarga, masyarakat, dan Negara. Di mana- mana hamper bias di pastikan ada narkoba, mulai tempat hiburan, kantor, dan resataurant, dan tempat pendidikan( sekolah dan kampus) boleh di katakana narkoba sudah menjadi penyakait masyarakat.
Penyalah gunaan narkoba yang bersifat borderless, artinya penyalah gunaan narkoba bias dapat terjadi pada siapa saja. Bagi sebagian masyarakat tentu penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba memiliki nilai bisnis yang tinggi. Tren perkembangan penyalah gunaan narkoba di Indonesia, dari  Negara transit dan konsumen kini sudah menjadi produsen untuk ekstasi dan shabu. Melihat perkembangan permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di tanah air yang merisaukan dan ancaman seriusterhadap kelangsunagn hidup bangsa dan anak bangsa, diperlukan perhatian dan tindakan sungguh-sungguh dari semua pihak secara terpadu dan kesimbangan.
Narkoba yang sering disalah gunaandan menyebabkan ketergantungan antara lain heroin, shabu, ekstasi, obat penerang, obat tidur, ganja, dan kokain.
Seseorang mengunakan narkoba karena berbagai alasan diantaranya untuk mengatasi stress, untuk bersenang-senang, atau soaialisai. Biasaya seseorang memalaui mencoba narkoba karena di tawari oleh teman dan keingintauannya. Sebagian orang akan menggunakan lagi untuk bersenang-senag atau untuk bersosialisai.
Orang lain akan mengunakan untuk menghilangkan stress. Akan tetapi jika digunakan berlanjut akan menimbulkan dampak buruk terhadap jasmani, mental, kehidupan social, dan pekerjaan. Penggunaan dan terlalu seringdapat menyebabkan ketergantungan.
Narkoba ( narkotika dan obat-obat berbaya), Naza (narkotika, psikoterapi,dan adiktif) saat ini ramai dibicarakan dimana-mana. Produk haram ini sangat mudah masuk di Indonesia, baik dari kalangan elit, pejabat, sampai rakyat yang yang melarat.
Menghentikan peredaran narkoba seperti menghentikan hantu, di tumpas sini ada di situ dan seterusnya. Bagaikan hilang satu tumbuh seribu.
Dari data penyalah gunaan narkoba di Indonesia dari BNN  sebanyak  3,2 juta orang telah terjangkit narkoba yang diantaranya menurut pemantaun  satu tahun terakhir penguna laki-laki sebanyak 71% dan untuk perempuan 21%. Menurut ketua BNN Brigjen pol Eddy Saparwoko murit SMA 2979 orang, masyarakat 966 orang, panti rehabilitasi 94 orang. Penelitaian ini di hasilkan dari riset ke sepuluh kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, medan, batam, yogjakarta, bandung, Surabaya, makasar, denpasar, dan menado.
Sementara kelompok terarur pemakai ganja sebasar 71%, sabu 50%, ekstasi 49%, obat penenang 22%. Dan yang sudah menjadi pecandu ganja 25%, heroin 61%, sabu%, ektasi34%, obat penenang 25%. Sedang biaya ekonomi dan social akibat penyalah gunaan narkoba sebaesar 23,6 treliun per tahun dan yang meninggal akibat narkoba yang tercatat sebanyak 1,5% per  tahun atau 15.000 orang(www.isekolah, org/r_narkoba_detail.php.)
Kesembuhan terhadap pemakai narkooba dengan mekanisme terapi tidak begitu saja lahir dan hadir dalam membangun masyarakat yang memiliki akhlakul karimah dalam proses penyembuhan.
Pengobatan tibunnabawi merupakan salah satu pengobatan yang di gunakan nabi Muhammad SAW untuk menyembuhkan dari berbagai macam penyakit dengan cara salah satunya adalah berbekam. Kareana nabi bersabda;”Dari Annas r.a. Rasulullah SAW bersabda: kesembuahan ( obat ) itu ada pada tiga hal: dengan minum madu, pisau hijamah ( bekam ), dan dengan besi panas. Dan aku melarang dengan besi panas”( HR: Bukhari)
Adapun cara yang paling awal yang dilakuakan tibunnabawi Raudah dalam menangani pasien yang mengalami ketergantungan terhadap narkoba adalah mengunakan proses konseling yang tujuannya untuk melihat latarbelakang pasien dan mencari awal mula permasalahan sampai pasian  terjerumus dalam lembah hitam yaitu narkoba.
Yang berikutnya adalah dengan melakukan bekam. Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan denganmembuang darah kotor ( racun yang berbahaya ) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.
Perkataan al hijamah berasal dari istilah hijamah yang berarti pelepasan darah kotor. Sedang dalam bahasa inggris disebut dengan cupping sedang dalam bahasa melayu disebut dengan bekam. Di indinesiapun dikenal dengan sebutan bekam.
Dengan melakuakan penghisapan/vakum maka akan terbentuk tekanan negative dalam cawa/kop sehingga terjadi drainase cairan berlebihan ( darah kotor )dan toksin, menghilangkan pelengketan atau adhesi jaringan ikat dan akan menglirkan darah basah kepermukaan kulit dan jaringan atas yang mengalami stagnasi serta merangsang saraf peritor.
Dalam beberapa literature di sebutkan bahwa bekam bekarja merangsang atau mengaktifkan :1) System kekebalan tubuh, 2)  pengeluaran enkefalin. 3) pelepasan neurotransmitter. 4) penyempitan dalam pembuluh darah. 5) the gates for pain pada system syaraf pusat (CNS ) yang berfungsi menghentikan rasa nyeri.
Karena terapi bekam yang utamanya adalah mengambil darah kotor atau toksin dalam darah, maka diharapkan penerita ketergantungan kepada narkoba bias di sembuhkan dengan terapi ini. sebab pemakai narkoba darahnya mengandung zat-zat yang terkandung dalam narkoba sehingga darah itu bermetabolisme dalam tubuh dan akibatnya adalah seorang pemakai nakoba tidak bias keluar dari lebah hitam narkoba.
Semua itu akan bisa diminimalisir dengan cara di bekam dengan mengambil darah-darah yang mengandung toksin di harapakan semakin sedikit zat-zat yang tekandung dalam darah akibat narkoba maka semakin sedikit pula pemakai mengalami ketergantungan terhadap narkoba. Dan kalau ini berjalan secara terus menerus bukan tidak mungkin pemakai narkoba bias keluar dari lembah kehinaan yaitu narkoba.

B.     Identifikasi masalah
1.      Penyalah gunaan narkoba sudah menjadi masalah nasiaonal
2.      Sejauhmana keefektifitasan terapi bekam terhadap pasien/pengguna narkoba

C.     Pembatasan masalah
Dari pemaparan identifikasi masalah di atas maka peneliti membatasi permasalahan permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan terapi  bekam dalam rangka mengatasi permasalahan pasiaen yang mengalami ketergantun ganterhadap narkoba.
D.    Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas , dapat dirumuskan beberapa masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini, dengan harapan objek penelitian ini bias lebih focus. Adapun rumusan masalah tersebut sebagai berikut;
1.      Apa yang melatar belakangi seseorang menggunakan narkoba
2.      Mengapa peredaran narkoba di Indonesia begitu pesat
3.      Bagaimana metode thibunnanabawi raudhah dalam menagani pasien yang mengalami ketergantungan terhadap narkoba
4.      Bagaimana dampak pasien setelah diterapi
E.     Metodelogi penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode deduktif dalam rangka generalisasi dari ide-ide yang bersifat kusus. Sebab kemampuan menggeneralisai ide-ide yang bersifat kusus merupakan perwujudan kretifitas dalam memperkaya kasanak keilmuan kususnya dalam masalah tibunnabawi. Adapun pengaplikasiannya dilakukan setelah semua dapat di paparkan dengan data-data sekunder kumudian dapat diambil kesipilan balik yang brsifat umum atau kusus.
F.      Tujuan dan manfaat penelitian
Penelitian ini mengkaji tentang efektifitas bekam terhadap ketergantungan narkoba di pengobatan tibunnabawi raudhoh sukoharjo dengantujuan:
1.      Sejauhmana keefektifan terapi bekam terhadap pasien atau pecancu narkoba.
2.      Menyadarkan akan bahaya narkoba.
3.      Inggin menjelaskan mekanisme pengobatan hijamah ala nabi di jaman modern separti sekarang ini.
Penelitian ini diharapkan dapat:
1.      Membuka wacana kita tentang pengobatan tibunnabawi.
2.      Memotivasi dan mengekplorasi lebih jauh kepada pengguna narkoba.
3.      Memberikan kontribusi kepada anak bangsa untuk tidak memakai narkoba.

kemiskinan


kemiskinan


a.  Problematika umat tentang ”KEMISKINAN"

Banyak sekali masalah masalah yang timbul di negeri tercinta ini,di negeri yang hamper 80%nya muslim  ini ,masalah yang tak kunjung rampung adalah kemiskinan.kemiskinan dari tahun ke tahun semakin bertambah,yang kaya semakin raya,yang miskin semakin kere.Pada setiap pemilihan presiden acap kali mereka mempunyai tujuan ingin mengentaskan kemiskinan dari bumi Indonesia ini dan realitanya orang miskin di Indonesia semikin tambahhhhh  dan bertambah.ini realita di Indonesia yang orang muslimnya terbanyak di dunia.yang miskin semakin tertiundas dan yang kaya ingin selalu menindas.
Dakwah islamiyah tidak hanya dengan lisan saja atau tulisan saja.ketika seorang dai menghadapi umat yang sedang kelaparan tidak mungkin dakwahnya bisa diterima ketika itu karena objek dakwahnya membutuhkan makanan bukan banyolan.Namun apabila umat yang kelaparan tersebut diberi makanan dahulu setelah tidak merasa lapar trus di dajak sholat,atau ibadah lainnya pasti akan lebih mengena dan  dakwahnya tadi bisa dibilang sukses secara kasat mata.Ini termasuk metode dakwah yang efektif .Dan mereka pasti mempunyai sebuah gambaran di hatinya kalau ternyata islam itu sangatlah indah,kalau ada saudaranya yang tidak mampu saling menolong dll.Cara dakwah seperti inlah yang cocok diterapkan pada kondisi seperti ini.
Maka  Islam mengajarkan untuk banyak beramal ,berinfak tentunya atau berzakat,entah zakat fitrah atau zakat maal.Agar supaya saudara kita yang kurang mampu dan yang mampu saling menolong.Secara psikologi orang yang membantu orang miskin yang seiman tentunya,orang miskin tersebut agar tergetar hatinya ketika menerima bantuan dari saudara nya yang seiman tadi.
Islam sudah mengajarkan hal ini sejak zaman rosululloh,bahwa fadilah beramal dan berinfak sangatlah besar sekali.Namun saat ini ketika kita melihat seorang yang berinfak secara tidak langsung dan saya menduga dengan huznudzon saudara kita ini paling banter hanya mengeluarkan 1000 saja ketika infak itupun kalau hari jumat.Kalau dilihat mereka tiap hari jajan sampai keluar ratusan ribu bahkan sampai jutaan  sangat bertolak belakang sekali bukan?, fenomena ini sangat memprihatinkan sekali .Dan bukan suatu berita baru kalau saudara kita banyak yang miskin lawong yang kaya saja pelitnya bukan main.Padahal alloh mengiming imingngi sebuah pahal yang besar dan melipat gandakan  harta yang mereka infakkan.Logikannya semakin banyak beramal semikin banyak pula harta yang kita perole sebagai gantinya.
Dakwah islam harus  menyentuh bagian tersebut juga,ketika kemiskinan itu merajalela,agar tidak merajalela lagi harus ada imbangan yang dilakukan misalnya  seorang dai meningkatkan kesadaran umat yang kaya agar menyodakohkan sebagian hartanya.Dan ini tidak hanya dengan lisan saja ,namun sang dai harus bisa mencotohkannya.Bukan hal yang asing ketika seorang dai gagal dalam mejalankan misi dakwahnya ketika seorang dai tidak melakukan apa yang dia katakana.sesuai dengan firman alloh swt dalam surat(As-Shaff:2) ““Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?”.
Sebenarnya islam sudah mengajarkan semua hal tersebut,dan ini malah dicontoh oleh umat nasrani.Ketika umat nasrani tersebut berinfak tidak hanya seribu atau nominal kecil lainya.Ketika umat nasroni kajian di gereja uang infak mereka dapat jutaan karena kesadaran mereka tinggi,Padahal mereka tidak tahu apa balasannya atau hadiah dari tuhan mereka Dan infak mereka digunakan untuk berdakwah kepada kaumnya yang miskin sehingga umat mereka jarang yang miskin.HArusnya kita sebagai umat islam yang mayoritas  merasa iri dengan hal ini,karena mereka yang minoritas saja bisa seperti itu.rosululloh bersabda bahwa kefakiran itu dekat dengan kekafiran.Nah ini terlihat sekali ketika ada seorang muslim murtad hanya gara gara mie instand dan sebagainya.Sebenarnya mana umat islam itu?????inilah yang menjadi PR para dai dan daiyah saat ini.Sebuah PR besar yang harus dituntaskan.Bahwa dimensi realitas  sangatlah jauh dari idealnya.
Seorang da’I agar sukses dalam berdakwahnya haruslah dimulai dari diri sendiri,ketika para da’I ini berdakwah harus pintar pintar melihat kondisi objeknya.Mereka harus melihatnya dari berbagai aspek,misalnya pendidikan,ekonomi,budaya da lain lainnya.Dari masalah tersebut terlihat seorang da’I kurang bisa memahami objek dakwahnya,singkat cerita dakwahnya bisa dibilang gagal ,atau kalaupun mereka menerima apa yang dikatakan si da’I pasti itu hanya sesaat ,tanpa realisasi,dan sama sekali tidak menyentuh hati objek dakwahnya.
Kita jangan heran kalau metode dakwah kita ini di praktekan oleh umat non muslim lainnyaDan terbukti berhasil atau sukses sekali .Intinya permaslahan ini adalah sangat perlu penyadaran kepada si kaya untuk banyak beramal ,berinfak dan bersodaqoh dan berzakat.Apalagi alu sudah bisa berzakat maal,pasti orang miskin di Indonesia ini akan berkurang  secara bertahap.



B. Metode DA’I yang tepat saat ini.
Dalam kaitannya dengan pelaksanaan dakwah, dan dalam permasalahan tersebut dapat diambil beberapa metrode agar islam itu berda di dalam seseorang,yang Dari tidak cinta Islam menjadi cinta, dari tidak mau beramal saleh menjadi giat melakukannya, dari cinta kemaksiatan menjadi benci dan tertanam dalam jiwanya rasa senang terhadap kebenaran ajaran Islam.

A.       Menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang mudah dipahami dan dihayati di dalam jiwa.
Seperti kita berdakwah dengan orang yang miskin tersebut,mereka tidak butuh ucapan yang indah indah saja yang mereka butuhkan adalah harta,makanan dll dengan kata lain para da’I harus tahu apa yang mereka butuhkan .

B.      Bersikap lentur selama tidak menurunkan martabat kebenaran.
Seperti yang dilakukan Musa dan Harun dengan tetap menghormati Firáun sebagai ayah yang mengangkat Musa a.s

C.       Mempertimbangkan kapasitas penerima dakwah, sesuai dengan diturunkannya Al Quran secara bertahap.
Seperti tentang pelarangan komr .bahwa tidak langsung megharamkan namun perlahan lahan mulai dari madorotnya samapi tujuan utamanya yaitu mengharamkan komr

D.       Menggunakan bahawa kaum yang didakwahi, sehingga pesan-pesan dakwah lebih mudah dan lebih cepat diterima.

E.       Berbicara sesuai dengan tingkat berfikir orang yang didakwahi. Berbicara kepada anak-anak tentu berbeda dengan bicara kepada dewasa. Begitu juga dengan berbicara kepada remaja tentu berbeda dengan kepada anak kecil.

F.        Berbicara dengan ungkapan-ungkapan yang padat makna, sebab berbicara yang bertele-tele tidak hanya menjenuhkan pemikiran, tetapi juga menyebabkan orang tidak simpati dan menimbulkan kelelahan jiwa.

G.      Guna menyentuh hati dan perasaan orang yang didakwahi, Rasul menyampaikan pesan dakwah dengan emosi dan semangat yang tinggi sesuai dengan tema pembicaraannya.

H.      Menyampaikan pesan dengan menyentuh langsung perasaan orang yang didakwahi.




SIKAP MENTAL DAI

Di atas sudah disebutkan bahwa dakwah merupakan usaha mengubah sikap kejiwaan seseorang dari tidak islami kepada sikap yang islami. Untuk itu, orang yang berdakwah harus memiliki sikap mental yang baik dan ini harus bertul-betul terealisasi dalam kehidupannya sehari-hari. Sikap mental ini antara lain sebagai berikut:

(1) Memiliki kecintaan kepada ajaran Islam, sehingga dalam kapasitasnya sebagai dai, seorang telah merealisasikan pesan-pesan dakwahnya dalam kehidupan nyata. Bila tidak, terdapat hambatan psikologis untuk diterimanya pesan-pesan dakwah oleh madú, bahkan bisa mengakibatkan hilangnya kewibawaan sebagai dai dan di hadapan Allah Swt, ia mendapatkan kemurkaan-Nya. Allah Swt berfirman,

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?” (As-Shaff:2)

(2) Lemah lembut kepada madú-nya agar mereka senang dan mau menerima pesan-pesan dakwah serta mengikuti jalannya. Bila bersikap sebaliknya, yakni bengis dan kasar, kemungkinan besar yang terjadi adalah dai dijauhi madú nya. Ini pula yang dicontohkan oleh Rasul Saw dalam berbagai peristiwa, sehingga mereka yang semula memusuhi berubah menjadi pendukung-pendukung yang setia.

(3) Bersikap sabar dan optimis dalam dakwah

(4) Menggunakan cara yang baik dan benar dalam berdakwah, sehingga secara psikologis dakwah akan mendapat simpati mereka yang semula tidak suka dan tidak ada alasan untuk menuduh para dai dengan tuduhan yang tidak benar.









Kesimpulan

Permasalahan inti pada saat ini adalah kurangnya kesadaran orang kaya untuk beramal dan bersodaqoh,maka tugas seorang da’I adalah menyadarkan mereka yang belum sadar akan pentingnya sodakoh dan membantu sesame muslim.Da’I pada saat ini harus pintar pintar membaca permaslahan umat,da’I harus pintar melihat kondisi umat.Apabila umat yang didakwahi ini belum bisa  menerima dakwahnya harusnya berganti dengan metode yang lebih efektif lagi.
Semoga kita yang berda di jurusan dakwah ini lebih bisa memahami permasalahan umat saat ini dan memberikan solusi yang tepat permasalahannya.

Entri Populer